Jambi, Thehok.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi mengambil langkah cepat dan bijak dalam menyikapi kasus dugaan pengeroyokan guru oleh siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Mengedepankan semangat musyawarah dan kekeluargaan, Disdik memastikan proses mediasi tengah berjalan dan ditargetkan segera mencapai penyelesaian.
Sebagai wujud keseriusan, Disdik Provinsi Jambi telah memanggil keluarga dari kedua belah pihak untuk duduk bersama mencari solusi terbaik. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk meredam persoalan agar tidak berlarut-larut dan mengganggu kondusivitas dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, menyampaikan bahwa kedua pihak telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
“Kami sudah sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa diselesaikan,” ujar Umar, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, jalur mediasi merupakan langkah paling tepat demi menjaga stabilitas proses belajar mengajar di sekolah. Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati antara guru dan siswa.
“Ini adalah upaya kita agar pembelajaran di sekolah antara guru dan murid berjalan dengan lancar dan nyaman. Kejadian itu juga menjadi pembelajaran bagi kita agar peningkatan proses belajar di sekolah ini menjadi baik,” tegasnya.
Terkait laporan yang sempat dilayangkan kedua belah pihak ke Polda Jambi, Umar menyampaikan optimismenya bahwa laporan tersebut akan dicabut sebagai bagian dari komitmen perdamaian.
“Insyaallah,” ucapnya singkat.
Selain fokus pada penyelesaian konflik, Disdik Provinsi Jambi juga menyiapkan langkah administratif terkait status guru yang menjadi korban. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi mengenai rencana mutasi, sesuai arahan Gubernur Jambi, Al Haris.
“Kami akan koordinasikan dengan BKD agar sesuai dengan arahan Pak Gubernur,” tambah Umar.
Langkah mediasi yang ditempuh Disdik Jambi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga marwah dunia pendidikan. Harapannya, persoalan ini segera tuntas, hubungan antara guru dan siswa kembali harmonis, serta aktivitas belajar mengajar di SMKN 3 Tanjabtim dapat berjalan normal tanpa bayang-bayang konflik.
Seperti diketahui kasus pengeroyokan siswa dengan guru yang terjadi di SMKN 3 Tanjabtim viral beberapa waktu lalu. Kasus ini juga berujung saling lapor ke Polisi.(lis)












