Pasca Erupsi, Jalur Pendakian di Gunung Kerinci Ditutup

Thehok.id – Pasca Erupsi Gunung Kerinci, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) menempatkan petugas di pintu masuk pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Sumatera Barat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya pendakian yang dilakukan secara ilegal mengingat aktivitas vulkanik gunung Kerinci masih fluktuatif.

“Setiap hari dua orang kami tugaskan di Camping Ground Solok Selatan, di pintu masuk jalur pendakian di Bangun Rejo,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Kerinci Seblat Wilayah IV (Solok, Solok Selatan dan Dharmasraya) David, di Padang Aro.

Penempatan petugas dilakukan sejak 13 Januari 2023, dua hari setelah Gunung Kerinci kembali erupsi.

“Hingga kini tidak ada masyarakat atau pendaki yang mencoba melakukan pendakian,” ujarnya.

Baca juga : Kasus HIV/AIDS di Batanghari Meningkat Dalam 3 Tahun Terakhir

Ia mengatakan penempatan petugas itu rencananya dilakukan hingga akhir Januari 2023.

SPTN Kerinci Seblat Wilayah IV juga memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat yang beraktivitas di kaki Gunung Kerinci untuk tetap waspada dan siaga karena ada peningkatan aktivitas vulkanik gunung.

“Kami juga koordinasi dengan instansi terkait dan saling sharing informasi terkait kondisi gunung,” katanya.

Selama gunung yang berada di kawasan TNKS itu mengalami erupsi, pihaknya belum menerima laporan dari warga terdampak erupsi tersebut.

Baca juga : Dinsosdukcapil Catat Ada 16.163 Penyandang Disabiltas di Jambi

Sementara itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci Irwan Syafwan mengatakan tremor sudah tidak muncul dalam dua hari ini.

“Penurunan aktivitas sudah ada, tetapi harus tetap waspada terhadap kemungkinan yang bisa terjadi,” ujarnya.

Baca selengkapnya klik disini

Komentar