Jambi, Thehok.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi membawa inovasi baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pada tahun ini, Disdik mendorong sekolah-sekolah untuk memaksimalkan penjaringan bibit unggul melalui jalur prestasi khusus olahraga, bahkan menyiapkan skema kelas khusus bagi para atlet.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar My, menjelaskan bahwa kuota SPMB tahun ini tetap terbagi menjadi empat jalur: Domisili (30%), Afirmasi (30%), Mutasi (5%), dan Prestasi (35%). Khusus untuk jalur prestasi, porsinya dibagi menjadi akademik dan non-akademik, di mana kuota non-akademik (termasuk olahraga) mendapat porsi sebesar 12 persen.
“Kalau ada 100 siswa yang diterima di satu sekolah, maka sekitar 12 orang berpotensi berasal dari jalur prestasi non-akademik, termasuk bidang olahraga,” ujar M. Umar My.
Langkah terobosan ini diambil berkaca dari kendala yang selama ini dihadapi para atlet pelajar. Jadwal latihan yang sangat padat—mulai dari pagi hari sebelum jam sekolah hingga sore dan malam hari—sering kali berbenturan dengan regulasi kehadiran sekolah yang mewajibkan presensi minimal 80 persen untuk penilaian.
Untuk mengatasi dilema tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi merencanakan pembentukan kelas olahraga khusus di beberapa sekolah di Kota Jambi sebagai tahap percontohan (pilot project). Empat sekolah yang ditunjuk dan menyatakan kesiapannya adalah:
SMA Negeri 1 Kota Jambi
SMA Negeri 3 Kota Jambi
SMA Negeri 5 Kota Jambi
SMA Negeri 10 Kota Jambi
“Nanti satu kelas memang diisi oleh atlet-atlet berprestasi olahraga, minimal di tingkat nasional,” kata Umar.
Di kelas khusus ini, sistem pembelajaran akan didesain lebih fleksibel dan adaptif terhadap agenda latihan maupun kejuaraan para atlet. Proses belajar-mengajar tidak harus sepenuhnya tatap muka di ruang kelas, melainkan dapat dikombinasikan melalui pembelajaran daring (via Zoom), penugasan mandiri, serta metode khusus lain yang disepakati antara pihak sekolah dan guru mata pelajaran.
M. Umar My mencontohkan, Jambi memiliki banyak potensi atlet muda luar biasa yang tersebar di berbagai sekolah, termasuk salah satunya siswa atlet dayung yang berhasil mengukir prestasi hingga ke tingkat internasional di ajang SEA Games. Melalui wadah kelas khusus ini, potensi akademik dan karier olahraga mereka diharapkan dapat berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.
Untuk tahap awal, program kelas olahraga ini akan difokuskan sepenuhnya di wilayah Kota Jambi. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi berkomitmen untuk mengevaluasi jalannya program percontohan ini secara berkala sebelum menduplikasi konsep serupa ke kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi.
“Kita jadikan Kota Jambi sebagai percontohan dulu. Kalau program ini terbukti berhasil, nanti segera kita kembangkan ke daerah-daerah lain,” pungkasnya. (lis)











