Ini Perbedaan Ibuprofen dan Paracetamol

Thehok.id – Ibuprofen dan paracetamol adalah dua jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi rasa sakit, demam, dan peradangan ringan hingga sedang. Meskipun keduanya dapat digunakan untuk tujuan yang serupa, ada beberapa perbedaan antara keduanya. Berikut adalah perbedaan utama antara ibuprofen dan paracetamol:

1. Mekanisme kerja:
– Ibuprofen adalah NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drug) yang mengurangi rasa sakit, peradangan, dan demam dengan menghambat enzim COX (cyclooxygenase). COX merupakan enzim yang memproduksi prostaglandin, yaitu zat yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit.
– Paracetamol juga mengurangi rasa sakit dan demam, tetapi cara kerjanya belum sepenuhnya dipahami. Beberapa teori mengatakan bahwa paracetamol mempengaruhi area brainstem yang mengatur suhu tubuh.

2. Efek anti-peradangan:
– Ibuprofen memiliki efek anti-inflamasi yang lebih kuat dibandingkan paracetamol. Karena itu, ibuprofen sering digunakan untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan inflamasi, seperti arthritis atau cedera olahraga.
– Paracetamol memiliki efek anti-inflamasi yang lebih lemah atau bahkan tidak ada. Oleh karena itu, paracetamol umumnya digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan demam, tetapi tidak efektif untuk mengatasi peradangan.

3. Efek samping:
– Ibuprofen dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi perut, gangguan pencernaan, dan peningkatan risiko perdarahan lambung atau usus.
– Paracetamol umumnya lebih mudah ditoleransi dan memiliki risiko efek samping yang lebih rendah daripada ibuprofen. Namun, dosis yang lebih tinggi atau penggunaan jangka panjang paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Penting untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan yang disarankan dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan obat mana pun. Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain, sebaiknya minta nasihat dari dokter sebelum menggunakan ibuprofen atau paracetamol. (*)

Komentar