oleh

BKSDA Masih Telusuri Penemuan Jejak Kaki Harimau di Bajubang

Thehok.id – Penemuan jejak kaki yang diduga merupakan jejak kaki harimau beberapa waktu lalu masih memberikan rasa takut dan tidak aman bagi masyarakat, khususnya di Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Terkait informasi tersebut, hingga kini tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi masih melakukan penelusuran terkait penemuan jejak kaki harimau tersebut.

Kasi Wilayah II BKSDA Jambi, Didi Bangkit Kurniawan menyampaikan pihaknya sedang memantau di sekitar Desa Batin, dan mencari keberadaan harimau tersebut.

“Tim sudah melakukan pengecekan ke lapangan untuk memantau apakah harimau hanya melintas. Kita juga melakukan sosialisasi ke masyarakat di lokasi kejadian agar selalu berhati-hati,” kata Didi, Kamis (24/3/2022).

Baca juga : Siswa SMKN 3 vs SMA 12 Kota Jambi, 17 Orang Terluka

BKSDA Jambi belum mengetahui asal harimau ini. Jarak dari lokasi penemuan jejak dengan hutan terdekat, area PT Reki, yakni berkisar 30 kilometer.

Pada tanggal 7 Maret tahun 2022 lalu, kata Didi, warga melaporkan bahwa ditemukan harimau yang menyerang 2 ekor sapi di Desa Lopak Aur, Kabupaten Batanghari. Namun, belum diketahui apakah harimau tersebut yang meninggalkan jejak di Desa Batin.

Tim dari BKSDA Jambi sudah memasang kamera untuk melacak harimau yang ditemukan di Desa Lopak Aur.

“Kita pantau terus, ternyata satwa tidak kembali ke bangkai sapi. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa tersebut,” ujarnya.

Baca juga : Mahasiswa Tuntut Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadhan

Ia mengimbau masyarakat Desa Batin agar selalu berhati-hati. Jangan sampai pergi ke kebun dan ladang sendirian.

“Kalau terpaksa pergi diharapkan berkelompok. Kita sarankan bersihkan kebun mereka dari semak belukar. Lalu, memberikan penerangan pada kandang hewan ternak,” ujarnya.

Selain itu, BKSDA juga memberikan peringatan bahwa warga dilarang sampai membunuh harimau sumatera, karena termasuk hewan yang langka dan dilindungi. Sehingga dalam penyelesaian konflik, harus mempertimbangkan keselamatan satwa dan manusia.

“Kita imbau pada masyarakat jika menjumpai satwa tersebut harapan kita langsung melaporkan ke pemerintah, polisi, dan BKSDA Jambi. Supaya dapat bersama-sama menyelamatkan masyarakat dan satwa,” tambahnya. (Red)

Sumber : jernih.id

Komentar

News Feed